Senin, 08 November 2010

Ikan Lele Raksasa Pemakan Manusia di Sungai Gandaki River Perbatasan Nepal dan India

Anda mungkin sudah mengetahui tentang ikan pemangsa manusia yang hidup di dasar samudera seperti Ikan Hiu. Kisah-kisah berikut ini menceritakan keberadaan ikan predator raksasa sejenis Catfish (ikan lele) yang hidup di air tawar dan juga

Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl. Keindahan sungai ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sayangnya suatu Legenda menakutkan tentang monster pemakan manusia, menghantui desa-desa yang berada di kawasan ini. Membuat penduduk enggan mandi ataupun bermain di sekitar sungai itu.






Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja. Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa.

Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Kali semakin meningkat. Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada komunitas buaya yang hidup di daerah itu.
Terakhir, pada tahun 2007, seorang pemuda Nepal berumur 18 tahun yang sedang berenang di sungai itu ditarik oleh monster misterius dan lenyap begitu saja dari permukaan air. Menurut saksi mata yang menyaksikan kejadian itu, bentuk monster itu seperti babi berukuran sangat besar.

Goonch Fish, Lele Kanibal
Rasa penasaran penduduk akhirnya terjawab ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan.
Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa (Giant Cat Fish) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.
“ Ikan jenis ini merupakan jenis ikan endemis sungai ini. Namun, karena telah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan melalui sungai, ikan ini berubah secara genetik menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mereka menjadi ketagihan, dan mulai menjadikan daging manusia menjadi menu utama. Jadi jika lama tidak ada ritual pemakaman, ikan ini menjadi ganas dan menyerang manusia,” Wade menjelaskan.

Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram. Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka sedikit sekali kemungkinan korbannya untuk menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish.
Perjalanan penelitian Jeremy Wade saat menyelidiki ikan lele pemakan manusia di Sungai Kali Dakali telah di dokumentasikan dan akan ditayangkan perdana pada tanggal 21 Oktober nanti di salah satu stasiun televisi Inggris (Channel 5) dengan judul “ Monster Air Pemakan Daging Manusia”.

Forest Stone, Menara Batu Yang Menakjubkan

Subhanallah...


Sebuah kota yang penuh dengan menara batu gamping menjulang di bagian barat Madagaskar. Kota itu dipagari ngarai, sementara kolong-kolong menaranya berupa gua. Lorong-lorong yang tak terjamah manusia ini dihuni beberapa spesies terunik Madagaskar, sekaligus terunik di dunia. Makhluk-makhluk itu adalah sifaka Decken yang mirip cengkedi, lemur, hingga berbagai reptilia, serangga, dan tumbuhan.

Perjalanan saya menyusuri lorong-lorong buku Gramedia Matraman terhenti di depan buku National Geographic, mata saya terpikat gambar sampul dan bahasan utama yang sangat menarik: Forest Stone. Berikut ini adalah cuplikan-cuplikan dari tulisan Neil Shea, yang mengembara ke dalam Forest Stone Madagaskar. Gambar-gambar indah dalam buku tersebut adalah bidikan kamera Stephen Alvares.

Forest Stone merupakan bagian dari suaka margasatwa dan taman nasional Tsingy de Bemaraha Madagaskar. Tempat ini terletak di pulau yang mahsyur dengan keanekaragaman hayati (90 persen spesies di tempat ini adalah endemis, tak ditemukan di tempat lain di Bumi), kawasan lindung seluas 1.550 kilometer persegi tersebut laksana menjadi sebuah pulau terpisah, semacam benteng hayati, kokoh, hampir tak terjamah, dan nyaris tak bisa ditembus berkat formasi batu gamping raksasa—tsingy—yang membentang di dalamnya.
Di sana, blok batu besar dari periode Jura berkecai menjadi labirin menara seruncing pisau, ngarai sempit, dan gua basah yang tak bisa dimasuki manusia, walaupun tempat ini menjadi rumah bagi berbagai satwa dan tumbuhan. Spesies baru sering ditemukan dari habitat terkucil di dalamnya

Dalam bahasa Malagasi, tsingy berarti “tempat seseorang tak bisa jalan bertelanjang kaki”, tetapi kemudian kami mendapati bahwa sepatu yang kuat pun masih tak cukup untuk bentang alam tersebut. Di beberapa tempat kami mencoba menjelajah dengan menggunakan peralatan panjat tebing. Tsingy menghancurkan peralatan tersebut, juga badan ini, dengan sama mudahnya.


Formasi yang tak umum di Tsingy de Bemaraha adalah sejenis sistem karst, lanskap yang terbentuk akibat batu gamping berpori dilarutkan, digerus, dan dibentuk oleh air. Proses yang memahat lanskap batu ajaib itu kompleks dan langka; hanya ada sedikit formasi karst serupa di luar Madagaskar. Para peneliti yakin bahwa air tanah menyusup ke dalam endapan batu gamping raksasa dan mulai melarutkan bagian sambungan dan patahannya, membuat gua dan terowongan. Lubang itu membesar dan akhirnya atapnya runtuh di sepanjang sambungan tersebut, menciptakan ngarai lurus yang disebut grike hingga sedalam 120 meter dan berdampingan dengan menara batu yang menjulang. Beberapa grike sangat sempit sehingga sulit dilalui manusia; sementara yang lainnya selebar jalan raya.


Jika dilihat dari udara, tsingy bakal mengingatkan pilot pada ngarai kota nan tinggi di Manhattan, tempat barisan pencakar langit yang bersegi-segi menjulang di atas jaringan jalan dan gang, bangunan dan taman, dan di bawahnya terbentang sistem pipa, pelimbahan, dan terowongan kereta. Metafora itu juga berlaku bagi penghuni tsingy karena formasi tersebut menjadi barisan gedung apartemen nan jangkung, menyediakan naungan bagi kumpulan spesies yang berbeda di setiap tingkatnya.
Di tempat tertinggi yang ada hanyalah sedikit tanah dan tak ada tempat berlindung dari Matahari. Di sini suhu sering mencapai 32°C dan kehidupan satwa dan tanamannya terbatas pada makhluk yang dapat melawan dehidrasi atau berpindah-pindah antara puncak dan ngarai. Lemur seperti sifaka Decken berbulu putih dan lemur cokelat menggunakan tsingy sebagai jalan raya, melompat dari menara ke menara saat berpindah dari pohon buah ke pohon buah. Di dalam ceruk dan celah, kadal mengejar serangga melintasi taman tumbuhan xerofit yang tahan kemarau—euphorbia, lidah buaya, Pachypodium berduri, dan tumbuhan lain yang menjulurkan akar panjangnya laksana kabel ke dalam batu untuk mencari air.

Di paruh ketinggian apartemen tersebut terdapat lebih banyak relung di dinding ngarai. Keluang dan betet vasa gelap bersarang di sini, celoteh dan jeritannya bergema di ruang berkubah dan galeri yang runtuh. Di tempat yang lebih teduh, lebah bersarang dalam lubang di batu. Namun di dasar grike yang lembaplah air dan tanah terkumpul dan lingkungan di tempat inilah yang paling beragam. Di sini, di antara barisan anggrek dan kayu keras tropis yang besar, berkeliaran bermacam satwa: keong raksasa dan serangga mirip jangkrik sebesar kepalan, bunglon besar, ular hijau zamrud, dan tikus merah. Fossa pemakan lemur—mamalia kurus berbulu tipis dengan cakar yang dapat dimasukkan seperti kucing besar—juga berkeliaran di tsingy.

Dan akhirnya, di bawah tanah dan lumpur terdapat jalur gua dan terowongan, sistem lorong bawah tanah tempat ikan, ketam, serangga, dan makhluk lainnya hidup dan berkeliaran, beberapa bahkan tak pernah muncul ke permukaan
Kota benteng ini melindungi penduduknya bahkan di saat ekosistem Madagaskar yang lain hancur. Para ilmuwan menyebutnya suaka yang sempurna.

Kalian pernah nonton film kartun Madagascar kan? nah di Madagascar itu ga cuman hanya ada hutan hutan yang isinya pepohonan, tapi juga ada hutan yang isinya itu batu batuan tajam. Namanya Tsingy.
Tsingy ini berbentuk hutan dengan barisan-barisan puncak batu kapur. Tepatnya tempat ini terletak di Madagascar bagian barat. Viewnya mirip blok-blok di kota padat.
Disamping keanehan kota batunya, di lokasi ini juga terdapat jenis-jenis hewan yang aneh dan langka.

Tsingy
Tsingy
Salah satu hewan yang langka adalah Lemur Sifaka. Yaitu Lemur/Monyet berwarna putih.
Lemur yang sering meloncat ini sedang beristirahat di sebuah serpihan batu.
Tidak banyak diketahui perilaku dari lemur ini, tapi evolusi telah membuat mereka memiliki tangan-tangan dan kaki-kaki dengan telapak yang tebal, untuk membantu mereka hidup di lingkungan yang bergerigi dan tajam.
Selain itu juga terdapat jalur-jalur jurang dan goa-goa basah yang bisa memotong serta bisa menerobos barisan-barisan menara kapur.
Tempat ini juga menjadi salah satu tempat favorit para pendaki gunung. Karena tantangan dan keindahannya yang eksotis itu.
Dari foto diatas, terlihat 2 orang pendaki gunung mendaki dan menuruni sebuah dinding kapur di Taman Nasional Tsingy de Bemaraha di Madagascar bagian barat.
Tidak hanya hewan hewan langka juga, tetapi tanaman tanaman aneh dan langka juga banyak terdapat disini. Contohnya tanaman Pachypodium yang hidup di tanah kering ditemukan di puncak-puncaknya.
View dari atas terlihat formasi-formasi runcing hutan batu ini yang terlihat seperti barisan-barisan menara gunung kapur dan jurang yang curam dan dalam menyerupai blok-blok di kota padat.
Puncak-puncaknya kering dan gundul, sedangkan dasar jurangnya terlindung dari sinar matahari, menampung hujan dan tanah.
Hewan-hewan yang berbeda hidup di ketinggian-ketinggian yang berbeda dalam habitat vertikal di ketinggian gunung batu. Hewan-hewan adaptasi gurun memilih berada di ketinggian sementara yang menyukai kelembaban lebih memilih mencari tempat-tempat sejuk.

Kelelawar Aneh, Kelelawar Yoda, Ada di Papua Share

Ini kelelawar berhidung tabung buah (Nyctimene sp.) Dari pegunungan Muller Range belum memiliki nama tetapi telah ditemukan di bagian lain dari New Guinea.
Itulah nama yang diberikan ke daerah-daerah terpencil di Papua New Guinea hanya dapat diakses dengan berjalan kaki atau helikopter, di mana para ilmuwan dari Conservation International baru-baru ini merilis penemuan mereka puluhan makhluk menakjubkan, mulai dari katak kecil berarti, katydids berduri dan tikus dengan putih-tipped ekor.
Secara keseluruhan, para peneliti telah menemukan sekitar 200 spesies baru, termasuk 24 katak, dua mamalia, 100 serangga dan berbagai jenis laba-laba.
Puncak dari semua menemukan, bagaimanapun, adalah berhidung tabung jarang dilihat sebelumnya kelelawar buah (Nyctimene sp.): Sebuah Yoda mirip seekor hewan mamalia bersayap dengan telinga runcing, hidung aneh, mungkin bijaksana, dengan kekuatan yang belum dikonfirmasi kekuasaan.
Sementara planet wajah-wajah yang sangat keprihatinan nyata tentang kepunahan massal dan hilangnya spesies, menemukan seperti ini berfungsi untuk mengingatkan para peneliti dan masyarakat tidak hanya betapa sedikit kita benar-benar tahu tentang dunia, tetapi apa yang kita berisiko kehilangan.
"Ada banyak perhatian, cukup benar, tentang hilangnya keanekaragaman hayati dan perubahan iklim dan dampak terhadap keanekaragaman hayati dan apa keanekaragaman hayati bagi kami," kata ketua tim penelitian Stephen Richards, menurut The Associated Press. "Kemudian kita melakukan proyek seperti ini dan kami temukan, 'Hei - kita bahkan tidak tahu apa keanekaragaman hayati di luar sana."
Daerah ini telah dinominasikan untuk Situs Warisan Dunia PBB, seperti Great Barrier Reef dan Taman Nasional Yellowstone, dan penemuan ini dapat membantu menempatkan pengamanan internasional di tempat untuk melindunginya dari pembangunan.

12 misteri alam terpopuler & terspektakuler sepanjang sejarah

1. Si Merah dari Antartika
Jika mendengar kata air terjun pasti kita akan membayangkan suatu tempat yang sejuk, banyak c
ipratan air yang indah. Tapi bagaimana kalau mendengar kata air terjun darah? Pasti ngeri sekali. Air terjun darah benar-benar ada di Antartika, daratan yang dilapisi oleh es. Air terjun tersebut mengalirkan air yang berwarna merah secara terus-menerus. Saat pertama kali ditemukan oleh seorang ahli geologi pada tahun 1911, warna merah yang mengalir secara perlahan-lahan tersebut diperkirakan berasal dari ganggang merah. Agapan lain menyebutkan warna merah berasal dari gletser yang terkurung di bawah aliran air selama jutaan tahun dan mengandung mikroba-mikroba kuno yang terisolasi di bawah lapisan es yang sangat tebal, karena tidak ada cahaya, panas dan oksigen sehingga mengalami salinitas yang tinggi dan mengandung zat besi, dari zat besi itulah warna merah dihasilkan. Dengan adanya celah gletser, air keluar membentuk air terjun tanpa mencemari ekosistem di
dalamnya.


2. Kerajaan yang Hilang
Dua buah catatan dialog Plato (427-347 SM) yakni buku Critias dan Timaeus menguraikan kisah tentang sebuah kerajaan yang dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Atlantis, begitu disebutnya, memiliki peradaban yang memukau. Di sana sudah terdapat pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang-orang terbang. Suatu saat ketika Atlantis baru akan melancarkan perang dengan Athena, tiba-tiba terjadi gempa dan banjir, tidak sampai sehari semalam Atlantis tenggelam tanpa bekas di dasar laut. Kerajaan besar yang memiliki peradaban tinggi itu pun lenyap dalam semalam.
Penyelidikan arkeolog menurut versi Plato, waku tenggelamnya Atlantis kurang lebih 11.150 tahun silam. Plato mengatakan bahwa kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun, bukan rekaan sendiri. Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Sejak tahun 1960-an sampai abad ke-20, laut bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia. Pada tahun 1968, beberapa penyelam melihat sebuah jalan besar yang dibangun menggunakan batu persegi panjang yang disusun sangat rapi. Tahun 1979, ilmuan Amerika dan Perancis menemukan piramida di dasar laut bermuda. Diperkirakan bangunan-bangunan bawah laut tersebut adalah sisa-sisa kerajaan Atlantis yang telah tenggelam.


3. Garis-garis Misterius
Garis Nazca (Nazca Lines) adalah garis-garis yang membentuk suatu bentuk gambar yang terletak di daerah gurun. Garis-garis Nazca akan terlihat jelas gambarnya jika dilihat dari langit karena garis-garis ini sangat besar. Nazca Lines diperkirakan dibuat antara 700 SM sampai 200 SM. Ratusan garis gurun Nazca membentu aneka gambar seperti monyet, ikan, laba-laba, burung dan kadal.
Pertanyaannya adalah bagaimana cara pembuatannya? Bisakah di peradaban kuno membuat sketsa yang sangat besar tanpa bantuan dari udara?. Menurut teori Joe Nickell, garis tersebut dapat dibuat dengan cara menyingkirkan kerikil-kerikil disekitar gurun. Dengan perhitungan yang akurat, saat kerikil dipindahkan, lapisan tanah yang berwarna kontras akan memberi kesan garis yang membentuk gambar. Pada tahun 1985, Johan Reihard menyatakan bahwa Nazca Lines dibuat untuk keperluan ritual keagamaan yang berhubungan dengan penyembahan dewa.

4. Lubang Api
Asal mula lubang api di Uzbekistan berawal sekitar 35 tahun lalu ketika seorang ahli geologis menggali tempat tersebut untuk mencari gas alam. Mereka menemukan satu jurang besar di bawah tanah. Peralatan penggalian pun ikut masuk ke dalam jurang yang ternyata dipenuhi gas beracun. Untuk mencegah penyebaran gas beracun, mereka menyalakan api. Akhirnya lubang dipenuhi api dan anehnya sampai sekarang api tersebut masih sangat terlihat terutama saat matahari tenggelam.


5. Benda terbang tak teridentifikasi
UFO adalah akronim dari Unidentified Flying Object atau dengan kata lain benda terbang yang tidak bisa di identifikasikan oleh pengamat. Benda terbang itu kebanyakan berbentuk menyerupai piring dan memiliki kecepatan terbang yang tinggi, bisa menempuh ratusan kilometer per jam. Penampakan UFO sudah menjadi topik paling hangat dibicarakan diseluruh dunia. Pada tahun 1951 di Texas, para profesor beserta mahasiswa melihat formasi cahaya aneh sedang melintas. Begitu seterusnya muncul kisah penampakan UFO di seluruh dunia termasuk Indonesia. 10 februari 1953, penduduk kota Magelang melihat empat buah benda kecil mengkilap yang bergerak perlahan-lahan hingga menghilang di balik awan. Pada tahun 1973, wisatawan Jepang, Ryo Terumoto yang sedang berkunjung ke gunung Agung Bali tidak sengaja memotret benda berbentuk cakram tersebut. Penampakan pun terjadi di kediaman salah satu maestro seni Indonesia, Guruh Soekaro Putra. Pada tanggal 23 Mei 1981, penjaga rumah
melihat makhluk setinggi 1,2 meter yang kemudian menghilang bersamaan dengan munculnya benda bercahaya. Paginya dau disekitar penampakan UFO menjadi berwarna coklat seperti tersengat hawa papas.


6. Motif unik misterius
Crop Circle adalah suatu bentuk lingkaran dan bentuk-bentuk lain seperti geometri denga ukuran besar/ luas di ladang pertanian khususnya gandum. Ada juga yang berbentuk menyerupai kalajengking, bunga matahari, lebah, dll. Di Inggris, Canada, Amerika, Australia dan Jepang banyak ditemukan fenomena Crop Circle. Biasanya fenomena ini muncul di musim panas saat ladang pertanian ditumbuhi dengan tanaman. Bentuk geometri itu kadang berupa lingkaran-lingkaran atau bisa juga berbentuk rangkaian gambar yang unik, menunjukkan bahwa pembuatnya adalah makhluk yang cerdas. Banyak yang mengaitkan Corp Circle dengan kemunculan UFO. Sebuah Video yang berhasil merekam proses terjadinya Crop Circle menunjukkan bahwa Corp Circle terbentuk hanya dalam waktu 20 detik saja, padahal besarnya mencapai puluhan meter.


7. Lubang Biru
Great Blue Hole atau lubang biru terletak di timur daratan Belize (Amerika). Karena terletak di dekat daratan, maka air di pesisir terbuang kedalam Great Blue Hole. Bentuknya bulat dan berdiameter lebih dari 305 meter, sedangkan kedalamannya mencapai 146 meter. Lubang Biru ini merupakan hasil runtuhan berulang-ulang dari suatu sistem gua batu kapur yang terbentuk pada saat permukaan laut yang lebih rendah ketika terjadinya zaman es berjuta tahun lalu.
Pada tahun 1971, Jasquer Yves ( Penyelam terbaik dari 4 situs penyelam di Bumi) menyelam kedalam lubang untuk mengukur kedalamannya dan memeriksa stalakmit dari dinding yang menggantung. Keindahan dari lubang biru yaitu kedalamannya menciptakan warna nila yang menyebabkan struktur yang diberi nama lubang biru. Selain itu juga terdapat banyak ikan seperti Angel Fish, Butter Flyfish, ikan hamnlpis dan ikan kerapu kecil yang menyapu permukaan air ketika tenang sehingga menyebabkan berkilauan ketika diterangi matahari membuat keindahan yang luar biasa.


8. Segitiga unik
Segitiga bermuda disebut juga segitiga setan yang terletak di samudra atlantik seluas 1,5 juta mil persegi atau 4 juta kilometer persegi dan membentuk garis segitiga antara bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik disebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik disebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik disebelah barat. Segitiga bermuda sangat misterius karena banyak kapal-kapal yang hilang saat melintasi kawasan tersebut. Menurut teori Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat pada tahun 1981, hilangnya pesawat terbang dan kapal laut karena dikawasan tersebut banyak terdapat gas methana. Ada yang megatakan bahwa segitiga bermuda adalah pangkalan UFO, sehingga kendaraan apapun yang melintas teritorial tersebut akan diculik dan terhisap. Ada pula yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di Bumi yang tertanam di bawah segitiga bermuda,
sehingga logam berton-ton pun dapat tertarik ke dalam.

Meskipun banyak teori, namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat menghilang.


9. Bangunan Megah Termisterius
Piramida Mesir adalah sebutan untuk piramida yang terletak di Mesir yang dikenal sebagai negeri piramida. Bangunan megah itu umumnya digunakan sebagai makam raja-raja mesir kuno. Namun demikian, berabad-abad lalu piramida sering digunakan sebagai sasaran penjarahan dan perampok makam karena para raja-raja membawa kekayaan dan segala macam artefaknya. Piramida tidak dibuat sembarangan sehingga batu-batu besar itu bisa tersusun dengan rapi dan kokoh tanpa bahan perekat. Sebuah pertanyaan besar tentang siapa pembuat piramida itu dan bagaimana mungkin batu-batu itu bisa disusun hingga menjulang tinggi tanpa bahan-bahan perekat. Agaknya pertanyaan itu masih belum menemukan jawabannya.


10. Hujan Aneh
Tidak ada yang menyangka, pada 25 Juli 2001 hujan yang seharusnya putih itu berubah. Negara bagian Kerala di India diguyur hujan aneh berwarna merah hingga september 2001. Lebih dari 500.000 meter kubik air berwarna merah tercurah ke Bumi. Awalnya ilmuan mengira warna merah itu dihasilkan oleh pasir gurun namun setelah diteliti lebih lanjut ternyata unsur merah di dalan air hujan tersebut adalah sel hidup yang bukan berasal dari bumi. Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% karbon, 45% oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, sel tersebut juga membelah diri. Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka banyak yang mengajukan teori. Teori pertama menyebutkan bahwa batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara namun teori ini dibantahkan karena tidak disertai bukti-bukti yang mendukung seperti kelelawar yang berjatuhan dari langit. Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului
hujan darah, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial.


11. Petir Abadi
Sebuah fenomena alam yang unik yakni petir abadi, terjadi di Catatumbo di danau Maracarbo. Fenomena ini berupa awan petir yang membentuk sebuah garis kilat sepanjang 5 kilometer setiap 140-160 malam dalam setahun, 10 jam tiap malam dan lebih dari 280 kali dalam 1 jam. Ini hampir bisa disebut badai permanen. Menurut penelitian, petir ini terjadi karena tumbukan angin yang berasal dari pegunungan Andes. Petir ini juga dijadikan sebagai navigasi oleh para pelaut.


12. Jeritan Misterius
Sebuah lubang besar di Siberia dibuat dengan tujuan untuk kepentingan penelitian. Ketika melakukan penggalian, tiba-tiba mesin bor berputar dengan cepat ketika telah mencapai ruang kosong yang besar di perut bumi. Sensor temperatur menunjukkan kenaikan sangat dramatis. Sebuah microphone supersensitif dimasukkan ke dalam lubang dengan tujuan untuk mendengarkan pergerakan lempeng bumi. Tapi sebaliknya, yang terdengar adalah suara jeritan-jeritan manusia.

Kreasi Flashdisk Yang Unik & Lucu